Labels

Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Saturday, October 19, 2013

Takwa Kepada Allah

Takwa Kepada Allah

Artikel ini merupakan lanjutan dari sebuah buku yang berjudul Mempertajam Mata Bathin dan Indra Keenam karya Imam Al Ghozali, dimana pada artikel sebelum nya dijelaskan mengenai Membangkitkan rasa takut kepada Allah.

Takwa kepada Allah

Ketajaman mata hati dan indra keenam merupakan karomah. Seseorang tidak bisa dengan mudah mencapai karomah jika Allah tidak menghendaki. Karomah itu datangnya dari pemberian Allah, kemurahan Allah itu dapat dicapai apabila seorang hamba bertakwa kepada Nya.

Takwa akan dapat dilakukan dengan baik dan terarah apabilaseseorang memiliki ilmunya. adapaun ilmunya adalah memahami apa makna takwa dan sejauh mana amalan yang harus dikerjakan.

Takwa mempunyai makna patuh atau taat. Seseorang yang bertakwa, secara ikhlas ia mematuhi atau mentaati setiap aturan dari Tuhannya.

Takwa berkaitan erat dengan riyadha seseorang yang berniat menempuh jalan sufi secara bersungguh-sungguh dan mempertajam mata batinnya.

Syekh Nashr Abadzi seorang ulama sufi terkenal mendefinisikan takwa. Takwa menurutnya adalah seorang hamba yang tidak takut kepada apapun kecuali hanya kepada Allah swt. Barangkali takut yang dimaksud oleh Nashr bukanlah seperti seorang yang takut kepada binatang buas. Takut terhadap binatang buas, memiliki kecenderungan untuk menjauhi dan menghindari, namun takut kepada Allah justru seseorang semakin berusaha mendekat seperti yang dijelaskan pada artikel mengenai Membangkitkan rasa takut kepada Allah.

Sedangkan menurut Ibnu Atha'illah, bahwa takwa itu dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yakni takwa lahir dan takwa batin. Takwa lahir adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang Allah, sedangkan takwa batin ialah niat dan ikhlas.

Membangkitkan Rasa Takut Kepada Allah

takut kepada Allah

Artikel ini merupakan lanjutan dari sebuah buku yang berjudul Mempertajam Mata Bathin dan Indra Keenam karya Imam Al Ghozali, dimana pada artikel sebelum nya dijelaskan mengenai Mujahadah.

Takut kepada Allah

Kata Syekh Imam Ghazali, "Takut itu adalah cambuk Allah. Dengan cambuk ini, digiringlah hamba-hamba Nya untuk selalu tetap tekun pada ilmu dan amal. Dengan ilmudan amal, supaya mereka mendapat maqam (derajat) di sisi Allah.

Kadar takut yang dimiliki oleh manusia itu bertingkat-tingkat. Tingkat yang paling rendah adalah rasa takut yang sedikit (singkat). Kemudian rasa takut sedang-sedang saja dan rasa takut berlebih-lebihan.

Takut dapat diartikan pula sebagai sikap menghindari sesuatu yang menyebabkan ia menderita. Seseorang takut kepada api, maka ia menghindari api karena khawatir terbakar. Seseorang takut berbuat maksiat, karena kemaksiatan itu tidak disukai, ia sadar kemaksiatan akan menyebabkan dirinya binasa.

Jika rasa takut itu tidak ada pengaruh nya terhadap amal, maka wujud takut itu sepertinya tidak ada, seperti ada cambuk namun tidak dapat menambah gerakan kuda yang ditunggangi. Namun jika rasa takut itu berpengaruh, maka seseorang akan semakin sempurna dalam menjalankan amal taat.

Abu Hurairah ra. berkata nahwa Rasullah saw. bersabda yang artinya:
Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah swt. sebelum ada air susu yang masuk pada teteknya dan tidak akan berkumpul debu-debu dalam perang membela agama Allah, serta asap neraka jahanam di tempat sampah seorang hamba.

Takut yang demikian itu mengandung pengertian takut kepada Allah. adapaun takut kepda Allah ialah takut terhadap siksaan Nya, baik di dunia maupun di akhirat. 

Monday, April 29, 2013

Mujahadah

mujahadahArtikel ini merupakan lanjutan dari sebuah buku yang berjudul Mempertajam Mata Bathin dan Indra Keenam karya Imam Al Ghozali, dimana pada artikel sebelum nya dijelaskan mengenai Taubat.

Mujahadah

Riyadhah (latihan) berikutnya ialah bermujahadah, artinya berusaha keras dan bersungguh-sungguh dalam perjuangan. Meskipun seseorang telah melewati jalan taubat, tetapi jika tidak bermujahadah, maka tak mungkin mampu mempertajam mata bathinnya. Maka, mujahadah merupakan syarat yang tidak boleh diabaikan.

Friday, April 26, 2013

Taubat

Artikel ini merupakan langkah pertama dari sebuah buku yang berjudul Mempertajam Mata Bathin dan Indra Keenam karya Imam Al Ghozali.

Untuk mencapai puncak ma'rifat dan menjadikan mata bathin awas dalam memandang segala yang ghaib, maka tahapan awal yang harus ditempuh adalah taubat.

Thursday, April 25, 2013

Mempertajam Mata Bathin Dan Indra Keenam

Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah buku di salah satu toko buku online dengan judul Mempertajam Mata Bathin dan Indra Keenam, karya Imam Al Ghazali, terbitan Mitrapress. Buku tersebut saya beli beserta ongkir (ongkos kirim) sebesar Rp. 36.500 dan dalam waktu 3 hari setelah transfer pembayaran buku tersebut tiba di rumah melalui jasa pengiriman Tiki.